Selama perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, Teheran masih mengizinkan Selat Hormuz terbuka untuk negara-negara, kecuali AS dan para sekutunya.
Otoritas Iran buka akses terbatas bagi kapal tanker minyak di Selat Hormuz, hanya untuk negara netral. Kebijakan ini di tengah ketegangan dengan AS dan Israel.
Presiden Donald Trump menyerukan kepada UK, China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, serta sejumlah negara lain untuk mengirimkan kapal ke kawasan Selat Hormuz.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia buka suara terkait upaya mengeluarkan dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Teluk Arab.
Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan Iran menerapkan buka tutup Selat Hormuz, namun kebijakan ini tidak berlaku buat Amerika Serikat & Israel.
Iran mengizinkan perlintasan terbatas untuk sejumlah kapal tanker minyak di Selat Hormuz, saat perang terus berkecamuk antara Teheran melawan AS dan Israel.