Jaksa Agung HM Prasetyo kembali melakukan rotasi pejabat eselon II dan III di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung). Ada beberapa posisi yang dirotasi atau dipromosikan.
Jabatan jaksa agung muda (JAM) yang setara dengan eselon I di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung) pernah ditempati dari unsur TNI. Namun saat ini jabatan eselon I akan disaring melalui panitia seleksi.
Jaksa Agung Prasetyo dan Kapolri Badrodin Haiti hari ini bertolak ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Di sana mereka melihat secara langsung lokasi eksekusi 8 orang terpidana mati yang dilaksanakan Rabu (29/4) dini hari.
Bagai menjilat ludah sendiri, ternyata penegak hukum juga melakukan pelanggaran hukum. Kejaksaan Agung (Kejagung) yang tengah bersih-bersih di jajarannya akhirnya memecat 20 orang jaksa.
Posisi eselon I di Kejaksaan Agung (Kejagung) masih belum diganti. Jaksa Agung HM Prasetyo masih mempersiapkan tim panitia seleksi (pansel) yang akan menyaring para calon pejabat di kalangan kejaksaan itu.
Kejaksaan Agung mengkaji kemungkinan ada Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada para pelaku kejahatan narkotika. Hal itu terlihat karena nilai transaksinya yang bisa mencapai triliuanan rupiah.
Genderang perang terhadap narkotika ditabuh kencang. Dari markas Jaksa Agung itu, Prasetyo menyatakan segera menyiapkan gelombang berikutnya untuk mengeksekusi mati para gembong narkoba.
Proses eksekusi 6 terpidana berlangsung lancar. Jaksa Agung Prasetyo menyatakan narkoba harus diperangi dan mengajak semua pihak mencegah peredaran barang haram tersebut.