Donald Trump menarik AS dari perjanjian iklim Paris setelah dilantik. Keputusan ini dinilai tidak mengejutkan dan didasarkan pada kepentingan ideologisnya.
"Bagi kami, kami anggap ini gimik yang tidak etis di persidangan MK. Statement yang tidak etis menurut kami," kata Tim Hukum Ganjar-Mahfud, Finsensius Mendrofa.