Warung kopi milik Abdul Rajab di Wahid Hasyim menjadi sasaran penjarahan perusuh pada 22 Mei. Penjarahan itu membawa Rajab diundang Presiden Jokowi ke Istana.
Anies Baswedan mengumumkan data korban yang meninggal pada aksi 22 Mei yang berujung kerusuhan. Anies mengaku tujuannya untuk transparansi kepada masyarakat.