Sekian tahun mengadu nasib di Malaysia, sekitar 200 orang Indonesia kehilangan status kewarganegaraan. Departemen Hukum dan HAM siap memvalidasi kewarganegaraan mereka.
Meski gembongnya, Dr Azahari, sudah tewas, kepolisian tetap mewaspadai sepak terjang teroris. Dikhawatirkan taktik yang mereka gunakan meniru taktik kepolisian.
Meski kesulitan dana, kelompok teroris pimpinan Dr Azahari ternyata masih mampu mengimpor bahan baku bom dari luar negeri. Ini akibat ruang gerak mereka dipersempit.
Arab Saudi ternyata sempat menjadi sumber dana utama kegiatan teroris di Indonesia. Namun setahun lalu aliran dana itu terputus. Tak putus akal, teroris jualan voucher HP.
Teka-teki identitas jenazah yang ditemukan tewas bersama Dr Azahari terkuak. Nama asli pria yang semula bernama Arman itu dipastikan adalah Agus Puryanto.