Debat terjadi saat Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah mengungkap isu amplop berseliweran di Komisi VI DPR. Hal ini kemudian ditepis oleh Andre Rosiade.
Fahri Hamzah mengkritik adanya Koalisi Indonesia Bersatu yang dibangun Golkar, PPP, dan PAN. Menurut Fahri, koalisi itu mengacaukan sistem presidensialisme.
Partai Gelora mendaftarkan dirinya sebagai calon peserta pemilu 2024. Usai pendaftaran, Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah menyerukan Anis Matta presiden.
Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah menyentil anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Wadas. Fahri menyoroti fungsi representasi DPR RI di kasus Wadas.
Anggota DPR RI Fraksi PKB dari Dapil Jawa Tengah VI, Abdul Kadir Karding memilih hati-hati dalam menyikapi kasus di Wadas karena bernuansa politis dan sensitif.
Fahri Hamzah menilai Koalisi Indonesia Bersatu tidak ada gunanya dan membohongi rakyat. Menurutnya KIB juga telah mengganggu kinerja Kabinet Indonesia Maju.