Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum diminta legowo mundur setelah elektabilitas partai itu semakin terpuruk. Menurut survei teranyar, elektabilitas Demokrat tinggal 8 persen.
Wacana melengserkan Anas Urbaningrum sudah mengemuka sejak nama Ketum DPP PD itu dikaitkan dengan kasus proyek Hambalang. Sempat mereda setelah Ruhut Sitompul dipecat dari DPP PD. Tapi kok sekarang muncul lagi?
"Itu masalah lama yang seharusnya bisa diselesaikan para kader. Jangan selalu menunggu titah dari SBY yang sudah sibuk sebagai Presiden RI," kritik pengamat politik dari Charta Politica, Yunarto Wijaya.
"Dalam tiga bulan ke depan bukan tidak mungkin akan berlangsung bajak membajak bakal caleg itu," ujar Yunarto Wijaya, pengamat politik dari Charta Politica.
"Dampaknya hanya memperkecil ukuran surat suara saja. Tidak ada hubungannya dengan kualitas parpol dan calegnya," ujar pengamat politik, Yunarto Wijaya.
Manuver politik Taufiq Kiemas mengajak Puan Maharani bertemu Presiden SBY dinilai banyak pihak sebagai tanda seriusnya keretakan koalisi PDIP-Gerindra. Namun sebenarnya koalisi PDIP-Gerindra sudah benar-benar retak setelah Pilkada DKI.