Ibnu Battuta 2 kali singgah di Kerajaan Samudera Pasai. Menunjukkan adanya kerajaan Islam yang menjadi pusat perdagangan dan pelayaran tersibuk di Selat Malaka.
Kita harus membangun kesadaran bahwa sejarah kekerasan atas nama politik, agama maupun sentimen ras mewariskan dendam dan trauma yang sulit dicari obatnya.