Setelah militer mengambil alih kekuasaan pada Senin (1/2) pagi, warga Myanmar mendapat informasi sejumlah orang sudah ditahan dan tak ada akses telekomunikasi.
Ketika sains mengungkapkan makin banyak hubungan antara polusi udara dan efek COVID-19, tekanan untuk undang-undang yang mengatur kualitas udara pun meningkat.