Gara-gara bocoran kawat diplomatik oleh situs whistleblower WikiLeaks, politik luar negeri Amerika Serikat (AS) akan menjadi 'dingin' untuk sementara. Banyak pihak yang enggan berbicara bahkan menjauhi diplomat AS.
Ratusan ribu dokumen rahasia AS dibocorkan oleh WikiLeaks. Namun bagi pemerintah Iran, perilisan dokumen itu menimbulkan keraguan. Sebab dokumen dalam jumlah yang sangat banyak itu tak mungkin bisa dirilis tanpa kerja sama badan-badan intelijen Barat, khususnya AS.
Skandal WikiLeaks terus menjadi pembicaraan. Bagi pemerintah Turki, Israel justru diuntungkan dari bocornya dokumen-dokumen rahasia AS tersebut. Ini berbeda dengan negara-negara lainnya di Timur Tengah yang dirugikan.
WikiLeaks terus menjadi pembicaraan. Pemimpin Kuwait Emir Sheikh Sabah Ahmed al-Sabah mencetuskan, kabel-kabel diplomatik yang dibocorkan situs WikiLeaks merupakan plot untuk merusak hubungan antara negara-negara Islam.
Sudah ribuan kawat diplomatik AS dibocorkan situs whistleblower WikiLeaks. Rupanya diplomat AS juga mengata-ngatai para pemimpin dunia yang menjadi sekutu atau rivalnya. Apa sajakah ejekan mereka?
Salah satu dokumen yang dibocorkan situs WikiLeaks menyebutkan bahwa Raja Arab Saudi, Abdullah, telah berulang kali mendesak pemerintah AS untuk menyerang Iran. Namun hal itu dibantah pihak kerajaan Saudi.
Salah satu informasi rahasia AS yang dibocorkan WikiLeaks adalah Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya mengkhawatirkan program nuklir Iran. Menurut PM Israel Benjamin Netanyahu, hal itu menunjukkan bahwa Arab dan Israel memiliki kesamaan pandangan soal ancaman nuklir Iran.
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad kembali melontarkan pernyataan tajam terhadap Amerika Serikat. Menurut pemimpin republik Islam itu, pemerintah AS telah dengan sengaja melepas informasi-informasi rahasia yang dibocorkan situs WikiLeaks.