Istana Malacanang memastikan bahwa pasukan pemerintah telah "berhasil menetralisir" dua anggota kelompok teroris yaitu Sanusi dari Indonesia dan Noor Fikrie Kahar dari Malaysia. Sanusi terlibat pemenggalan di Poso tahun 2005.
Polri tidak menampik penilaian Komnas HAM yang menyebut adanya pelanggaran HAM dalam upaya pengungkapan sel-sel dan jaringan teroris di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Meski demikian, Polri meminta Komnas HAM juga berempati terhadap korban dari aksi teror dan tidak hanya melihat sisi pelaku teror.
Kedokteran Kepolisian telah merampungkan identifikasi dan pembanding jasad lima terduga teroris yang ditembak mati di Nusa Tenggara Barat (NTB). Terkait pemakaman lima jasad tersebut, polisi menyerahkannya kepada pihak keluarga.
Mabes Polri menghormati hasil evaluasi Komnas HAM yang menuding Densus 88/Antiteror melakukan pelanggaran HAM terkait operasi pengungkapan terorisme di Poso. Meski demikian, Polri balik menuding teroris pun melanggar HAM.
Komnas HAM mendesak pemerintah mengevaluasi kinerja Densus 88/Antiteror dalam operasi di Poso akhir-akhir ini. Komnas menuding Densus melakukan tindakan pelanggaran HAM baik terhadap masyarakat atau terduga teroris itu sendiri.
2 Keluarga terduga teroris yang ditembak mati di Makassar, M Khalil alias Hasan dan Syamsudin HG alias Abu Uswah, mendatangi RS Polri. Mereka akan menjalani tes DNA dan berharap jenazah kerabatnya itu segera dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halaman.
Tim Densus 88 Mabes Polri sempat mengidentifikasi satu dari dua terduga teroris Poso yang melarikan diri saat sedang makan. Namun polisi kecele. Terduga teroris tersebut berhasil melarikan diri ke hutan di Kabupaten Dompu.
Polda NTB memamerkan bom pipa siap ledak yang disita dari satu lokasi penggerebekan terduga teroris jaringan Poso di Dompu akhir pekan lalu. Bom itu lalu diledakkan tim Gegana di Mako Brimob Polda NTB.