Serangan itu terjadi pada Minggu (29/3) waktu setempat. Ini merupakan kali kedua bagi Universitas Teknologi Isfahan menjadi sasaran serangan AS dan Israel.
Ayatollah Mojtaba Khamenei ditunjuk jadi pemimpin tertinggi Iran yang baru. Tak lama setelah penunjukan itu, Iran langsung menembakkan rudal ke wilayah Israel.
Badan-badan intelijen melaporkan Korut akan mengirim hingga 50.000 tentara ke Rusia. Namun para pakar militer meragukan hal ini akan membuat perbedaan mendasar.
Sejumlah pesawat pengebom B-2 AS menjatuhkan puluhan bom 2.000 pon terhadap fasilitas bawah tanah Iran, yang menjadi tempat penyimpanan peluncur rudal.