Kursi pemimpin tertinggi Iran kosong setelah kematian Ayatollah Khamenei. Teheran berupaya cepat menentukan suksesor di tengah ancaman dari AS dan Israel.
Militer AS mengumumkan seorang personel mereka meninggal setelah mengalami luka-luka akibat serangan pembalasan Iran terhadap negara-negara Timur Tengah.
Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan tidak sadarkan diri dan dirawat di Qom. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian dalam kepemimpinan Iran.