Satu unit motor yang terparkir di depan pos polisi di Jl Diponegoro, tepat di depan RSCM, dibakar mahasiswa dalam aksi demonstrasi penolakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
Rakyat melawan. Itu dilakukan dengan demo menolak kenaikan BBM. Jika tidak arif menyikapi, jangan tercengang kalau yang tak terduga bakal menorehkan tinta hitam dalam sejarah negeri ini.
Hujan deras sejak pukul 16.00 WIB, dan demonstrasi yang memakan badan jalan, membuat lalu lintas di sejumlah titik Ibukota terganggu. Apalagi jam pulang kantor telah tiba.
Massa dari mahasiswa dan buruh menolak kenaikan harga BBM pantang menyerah saat dipukul mundur aparat kepolisian untuk meninggalkan DPR. Mereka lantas melempari mobil barracuda dengan batu.
Unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM digelar massa PMII di depan DPRD Kabupaten Malang. Aksi diwarnai dengan pembakaran kaos bergambar foto SBY-Boediono, sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap pemerintah.
Kapolda Jatim turun langsung ke lokasi unjuk rasa di DPRD Jatim pasca ricuh antara massa PMII dengan polisi. Kapolda menganggap aksi yang dilakukan anggotanya sudah sesuai prosedur.
Usai berunjuk rasa di kantor DPRD Sulsel, mahasiswa UMI berkonvoi di atas fly over Urip Sumoharjo Makassar. Mereka melempar batu ke arah polisi yang berjaga-jaga di sekitar Pos Polantas AP Pettarani.
Puluhan mahasiswa menggelar aksi penolakan rencana kenaikan harga BBM. Sempat terjadi ketegangan antara pengunjuk rasa dengan polisi karena massa berusaha memblokir jalan utama akses masuk kota di depan UMS.
Unjuk rasa yang dilakukan PMII di depan Gedung DPRD Jatim ricuh. Bentrokan antara pendemo dengan polisi ini akibat keinginan aktivis yang meminta Fraksi Demokrat menandatangani penolakan harga BBM di bendera PMII tidak ditanggapi.