Setelah pertemuan dengan Presiden SBY berlangsung di Kantor Presiden, pimpinan DPR ingin pertemuan lanjutan diadakan di Gedung DPR, sebagai wujud penghargaan SBY pada DPR.
Niat DPP Partai Golkar memberikan sanksi kepada anggota FPG yang ngotot akan kehadiran Presiden SBY dalam interpelasi Iran, Yuddy Chrisnandi, rupanya tak main-main.
Rayuan pimpinan DPR agar Presiden SBY bisa hadir dalam sidang interpelasi Iran menemui hasil buntu. Pertemuan tanpa hasil itu disebabkan karena waktu yang terbatas.
Sikap SBY yang ngotot tidak mau menghadiri rapat paripurna disayangkan sejumlah fraksi di DPR. SBY dinilai ketakutan menghadapi gempuran anggota dewan.
Dalam 30 tahun yang akan datang itu, Bandara dan Ancol, akan hilang. Mau tidak mau ibukota negara harus dipindahkan dari Jakarta karena infrastruktur sudah rusak.