Seorang rekan Dzhokhar Tsarnaev semasa SMA angkat bicara. Dia menyebut tersangka bom maraton Boston itu sebagai sosok yang periang dan lucu. Pemuda 19 tahun itu dikenal sebagai pegulat.
Selama ini belum ada bukti otentik yang menunjukkan keterlibatan kakak beradik Tsarnaev di bom maraton Boston. Namun kini ada foto yang memperlihatkan sang adik, Dzhokhar, sedang meletakkan tas berisi bom di dekat korban tewas.
Kaitlynn Cates (25) hampir saja kehilangan nyawa. Dia berdiri sekitar 15 meter dari lokasi ledakan pertama. Namun berkat dekapan teman prianya, gadis ini selamat.
Bagasi 10 penumpang Singapore Airlines (SQ) tidak hilang dan sudah kembali semua ke tangan penumpang. Hal ini dampak dari pengetatan pemeriksaan di bandara Amerika Serikat (AS) pasca Bom Maraton Boston.
Sudah bukan rahasia lagi jika Federal Bureau of Investigation (FBI) punya software khusus untuk mengenali wajah. Piranti inilah yang konon dipakai untuk melacak tersangka bom maraton di Boston, AS.
Apa yang dialami Joe Berti (43) ini mungkin bisa disebut keajaiban. Dua kali maut 'menyapa', namun dia berhasil lolos. Sontak kisah hidupnya pun jadi bahan perbincangan hangat seantero Amerika Serikat.
Komisioner Polisi Boston menyebut Tsarnaev bersaudara berencana melakukan serangan lagi berdasarkan bukti sejumlah alat peledak di lokasi penggerebekan.
Motif serangan dua bom panci di lomba Maraton Boston yang diotaki dua saudara, Tamerlan Tsarnaev, 26 tahun dan Dzhokhar Trasnaev, 19 tahun, masih misterius.
Sementara menunggu pemeriksaan terhadap tersangka pemboman berlangsung, aparat di AS menyebut Tsarnaev bersaudara sempat mengakui aksi pemboman di Boston. Pada siapa mereka mengaku?