Traveler sering berinteraksi dengan warga lokal. Latihlah jiwa sosial saat traveling dengan mengunjungi Asrama Penjunan di Timika, Papua. Inilah tempat anak-anak suku pedalaman Papua merintis pendidikan untuk masa depan.
Masalah bullying sepertinya memang tak pernah habis dibahas. Masalah tersebut bisa dibilang seperti catatan buruk yang sulit sirna untuk dunia akademik baik di Tanah Air maupun di luar negeri.
Bila nanti Kabupaten Bireuen, Aceh, mempunyai Taman Makam Pahlawan, barangkali dua makam berdampingan di tempat sunyi itu akan menjadi cikal bakalnya. Kedua makam tersebut berisi jasad tokoh yang amat penting dalam sejarah perjuangan Aceh dan Indonesia.
Tak ada fasilitas 'wah' di sini. Yang ada hanya jejeran bangku kayu, papan dan kapur tulis. Meski harus berdesakan di ruang kelas sempit, puluhan siswa SD Inpres Yiwika, Distrik Kurulu, Wamena, Papua tetap bersemangat belajar.
Selain memiliki alam yang indah, Papua juga menyimpan banyak cerita menarik. Kali ini kisah seru datang dari Bandara Mozes Kilangin di Timika. Siapa sangka, ternyata bandara ini dibangun oleh 22 bangsa. Keren!
Di 2020, peringkat ekonomi Indonesia bisa mencapai 10 besar dunia, dan 6 besar dunia di 2030 nanti. PLN ingin berubah jadi perusahaan besar yang profesional.
Dibandingkan sekarang, pendidikan memang terasa lebih sulit zaman dulu. Apalagi ditambah dengan situasi politik negara yang panas kala itu. Seperti yang dialami dr Tun Kurniasih yang memiliki pengalaman tersendiri kuliah di zaman G30S PKI.
Hingga masuk liang kubur, hanya 2 profesi yang dikagumi Dr Prijo Sidipratomo, SpRad yaitu dokter dan guru. Kalau ada omongan miring soal profesi dokter, Ketua IDI ini menjelaskan kondisi dokter Indonesia yang sebenarnya.
Ismain (52) duduk tenang sambil mendengarkan sambutan istri Wapres Boediono, Herawati. Ismain merupakan salah satu guru pedalaman yang diundang oleh Kemendikbud untuk bersilaturahmi ke Jakarta.