Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Batu akhirnya meloloskan calon incumbent Eddy Rumpoko untuk maju dalam Pilkada 2 Oktober mendatang. Dengan lolosnya pasangan Eddy-Punjul, maka pasangan ini langsung masuk nomor urut empat.
Massa PDI Perjuangan mengepung kantor KPUD Kota Batu di Jalan Raya Junrejo. Aksi pengepungan ini untuk mengawal jalannya rapat pleno KPU menanggapi hasil putusan PTUN, yang meloloskan Eddy Rumpoko mengikuti Pilkada 2012.
Aksi unjuk rasa massa Aliansi Masyarakat Kota Batu terus berlanjut. Setelah mendatangi DPRD untuk menuntut penolakan pencairan anggaran KPUD tahap kedua, massa melanjutkan aksi dengan mendatangi Kantor KPUD Kota Batu.
Kelompok massa mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Kota Batu meluruk DPRD Kota Batu, Selasa (14/8/2012) siang. Kedatangan mereka menuntut agar wakil rakyat tidak mencairkan anggaran untuk KPUD Kota Batu senilai Rp 7,5 miliar.
Suhu politik Kota Batu semakin memanas menyusul pencoretan Eddy Rumpoko sebagai calon walikota pada proses verifikasi. Netralitas KPUD pun dipertanyakan oleh sebelas partai mengusung pencalonan Eddy Rumpoko.
PDIP ngotot ijazah SMP Eddy Rumpoko tidak bermasalah, sehingga tidak ada alasan bagi KPUD Kota Batu mencoret nama calon walikota yang diusungnya dalam Pilkada yang digelar Oktober 2012.
DPC PDI Perjuangan tetap mengakui Eddy Rumpoko dan Punjul Santoso sebagai kandidat pasangan calon yang diusung pada Pilkada 2012 mendatang. Meski tersiar kabar keduanya dicoret dari hasil pleno KPUD Batu.