Diktator Korut Kim Jong Il danĀ suksesornya, Kim Jong Un, dilaporkan mengunjungi markas artileri, yang menembakkan serangan ke Korsel, beberapa jam sebelum serangan terjadi. Serangan ini dianalis untuk memoles Kim muda yang kurang dikenal.
Perang besar antara Korea Selatan dan Korea Utara mustahil terjadi. Tindakan Korea Utara yang menyerang tetangganya hanya sebagai provokasi untuk menarik perhatian.
Presiden Barack Obama menggambarkan Korea Utara sebagai ancaman yang menekan dan memberikan dukungan yang tak tergoyahkan pada Korsel. Dia enggan berspekulasi militer AS akan terlibat dalam pertikaian ini.
Putra tertua pemimpin Korea Utara mengatakan ia menentang suksesi turun-temurun di negaranya. Namun, dia siap membantu adiknya yang ditetapkan sebagai pengganti ayahnya.