Seorang anak di Depok, Jawa Barat, diusianya yang 9 tahun berat badannya hanya 10 kg. Meski tidak bisa berjalan anak ini punya cita-cita yang mulia yakni menjadi kyai atau seorang ustaz.
Sebanyak 400 anak Papua melaksanakan khataman Alquran yang ke 330 kalinya dalam bulan Ramadan 1434 H ini. Mereka kini sedang mempersiapkan diri untuk nantinya berdakwah di daerah terpencil bumi Nuu Waar.
Terdapat 8 golongan orang yang berhak mendapat zakat. Salah satunya adalah mualaf. Namun sayangnya, golongan anak yatim, fakir dan miskin lebih banyak mendapat perhatian daripada mualaf.
Perjalanan dakwah di bumi Cendrawasih memiliki kisah tersendiri. Pernah dalam 1 bulan, jumlah warga Papua yang menyatakan syahadat mencapai 300 orang. Subhanallah!
Panji dakwah di bumi Nuu Waar atau Papua terus dikibarkan. Nafas Islam pun semakin kencang berhembus yang ditandai dengan semakin banyaknya masjid dan musala yang berdiri di sana.
Pesantren Darul Aman Makassar didirikan oleh KH Abdul Djalil Thahir pada tahun 1991. Saat itu, KH Abdul baru saja pulang dari menempuh pendidikan di Universitas Islamabad, Pakistan.
Anak-anak muslim Papua ini punya prestasi Ramadan yang luar biasa. Setiap hari di bulan suci mereka selalu khatam Alquran. Hebatnya lagi, mereka akan gelar khataman Alquran ke-300 kalinya. Subhanallah!
Bulan Suci Ramadan menjadi bulan berkah bagi semua umat muslim. Tak terkecuali bagi para pedagang buku Islam yang meraup keuntungan berkali lipat dibanding hari biasa. Seperti Toko Buku Islam Wali Songo yang penjualannya meningkat tiga kali lipat.