'Koboi' Nico nekat menembakkan senjata mematikan itu karena merasa sedan Lancer nomor polisi B 171 JUN yang dikendarainya terhalangi bus yang berhenti di Halte Pluit, Jakarta Utara, Sabtu 15 Januari 2011, pukul 20.30 WIB. Nico saat itu mengemudi di jalur khusus bus TransJ.
"Penyidikan kasus narkoba harus serta-merta penyidikan TPPU-nya. Kalau tidak dilakukan maka akan terjadi sindikat kuat dan peluang terjadi penyimpangan atau kongkalikong," kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Benny J Mamoto.
Nico tersangka pengendali peredaran narkoba dari dalam Lapas yang dijemput BNN di Lapas Narkotika Cipinang. diketahui merupakan sindikat narkoba jaringan Jakarta. BNN akan berupaya mengembangkan penyidikan guna mendapatkan fakta lebih lanjut.
Nico, napi kasus narkotika yang mendekam di Lapas Narkotika Cipinang Jaktim, dicokok Badan Narkotika Nasional (BNN). Dia diduga pengendali pabrik ekstasi di Perumahan Citra Garden II Ekstension BH/1 nomor 21, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat.
Belumlah tuntas massa penahanan, Nico, koboi penembak Bus TransJ di Halte Pluit awal Januari 2011 lalu, kembali harus berurusan penegak hukum. Rabu malam kemarin, tim BNN menjemputnya di Lapas Narkotika Cipinang, Jaktim.
Nico, tersangka pengendali pabrik ekstasi di Kalideres, Jakarta Barat, terlihat bingung saat dijemput mobil Badan Narkotika Nasional (BNN). Kepala Lapas Narkotika Cipinang Thurman Hutapea memberikan kesaksiannya.
Nico, si koboi penembak busway yang diduga mengotaki pabrik ekstasi di Kalideres Jakarta Barat, kini telah berada di tangan Badan Narkotika Nasional (BNN). Nico akan menjalani proses penyidikan di BNN.
BNN menjemput salah seorang napi berinsial N di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur. N diduga sebagai otak di balik pabrik ekstasi di perumahan Citra Garden II Ekstension BH/1 nomor 21, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat.
R berperan sebagai kaki tangan sang bandar besar. Bandar tersebut diketahui berisial N yang menjadi penghuni Lapas Cipinang. "Kasusnya narkotika dan penembakan busway," kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Benny J Mamoto.