Kali ini saya akan mengajak Anda wisata kuliner keliling Aceh. Termasuk mengunjungi Pasar Seutui naik betor alias becak motor khas Aceh. Ada lontong sayur Bu Ida yang lezat sampai mencicipi hidangan Aceh berkelas.
Jika mendengar kata blender, pastinya terbayang sebuah alat yang berfungsi untuk membuat jus. Namun, blander yang satu ini unik dan beda karena tidak hanya sebagai penghalus makanan tapi juga berfungsi untuk memasak. Penasaran?
Kunjungi Biak, tinggal lah dengan penduduk di desa dan kampung dan ceritakan bagaimana nikmatnya makanan alami dengan proses memasak alami ala orang Biak.
Kunjungi Biak, tinggal lah dengan penduduk di desa dan kampung dan ceritakan bagaimana nikmatnya makanan alami dengan proses memasak alami ala orang Biak.
Kalau ingin makan siang yang sedap dan kenyang, kantin ini bisa jadi target. Bermenu buffet dengan pilihan lauk gaya Sunda yang komplet. Empal gepuknya gurih renyah dan empuk, pepes jamur yang berbumbu honjepun sedap nikmat. Disuap dengan lalap plus sambal, makin mantap saja!
Musim hujan begini, paling enak makan mie rebus ya? Iya nggak? Hehehe.... Tapi, bukan Melly namanya kalo cuma makan mie biasa, halah.... Okeh, so destinasi kita selanjutnya yaitu icip-icip Chinese Noodle di Macau Resto. Penasaran?
Di antero Tanah Rencong, hampir semua keude bu (kedai nasi) menyediakan masakan yang disebut sie itek. Secara harafiah, sie itek berarti kuah bebek dan pemakaian banyak rempah dan bumbu membuat rasanya sangat kaya.
Artis komedian Tika Panggabean ternyata tak hanya juara di panggung, tetapi juga piawai "menciptakan" restoran. Bahkan kini Radja Ketjil yang bernuansa djadoel dan menyajikan masakan peranakan Tionghoa Indonesia telah memiliki lima cabang.