DPR mengkritik kenaikan BI Rate menjadi 6,75% karena dinilai bisa memicu inflasi. Padahal BI sebelumnya menaikkan BI Rate merespons inflasi yang melonjak tinggi.
Pelemahan di bursa dalam negeri merupakan ketiga kalinya secara berturut-turut. Ini menandakan banyak investor yang mengalihkan portofolio sahamnya ke surat utang pemerintah.
Investor bisa cermati beberapa saham pilihan yang telah merilis laporan keuangan agar bisa dijadikan sentimen positif. Hal ini disebabkan secara fundamental tidak ada alasan bagi pasar untuk turun.
Kondisi bursa saham belum juga pulih, investor masih gamang untuk melakukan aksi beli yang besar. Di tengah pergerakan bursa-bursa utama dunia yang flat, investor memilih melakukan konsolidasi.
IHSG melemah cukup dalam, 56 poin akibat tekanan aksi jual dan memerahnya bursa-bursa regional. Banyak investor melepas portofolionya untuk beralih membeli surat utang pemerintah.
Mantan Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom mengatakan kenaikan BI Rate menjadi 6,75% sudah tepat. Untuk menahan laju inflasi yang bakal melonjak.
Setelah menguat selama 3 hari berturut-turut, IHSG akhirnya melemah tipis pada perdagangan kemarin meski nilai tukar rupiah terus menguat dan berada di bawah Rp 9.000/US$.