Sebuah gereja AS yang berencana membakar al-Quran pada 11/9 tidak akan menggubris kutukan internasional. Mereka, yang hanya memiliki 50 jamaah, tetap akan merencanakan aksi yang dikutuk internasional itu.
Ratusan orang yang menamakan diri sebagai Front Merah Putih Ganyang Malaysia menggelar aksi di Solo. Mereka mengecam Malaysia yang dianggap telah kedaulatan NKRI dan melecehkan martabat bangsa Indonesia.
"Kalau kita ingin damai, maka kita harus siap berperang", begitu kata SBY pada peresmian Monumen Trikora dan Dwikora tahun lalu. "Kalau memang pilihan bangsa ini perang (dengan Malaysia), ya perang. Saya akan berada di paling depan".
"Ma, makanan di pesta ini haram ya? Ada babinya?" Begitu ucap Farid setengah berteriak pada sang ibu di sebuah pesta. Tentu saja hal ini membuat Rena, si ibu tersipu-sipu, sambil menarik sang anak menepi.
Memperingati HUT ke 65 RI sekaligus bulan ramadan, 1.000 anak berkebutuhan khusus dari 34 Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) mengisi kegiatan dengan menggelar pentas seni di Gelora Pantjasila.
Ada yang memakai topeng hantu. Ada bapak-bapak yang bergaya ibu hamil. Mereka bergabung bersama puluhan orang lainnya untuk memeriahkan Festival Jampang yang digelar oleh Dompet Dhuafa.
Selain buku istri dan putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjadi suvenir dan dibagi-bagikan kepada para undangan, masih ada beberapa item suvenir kerajinan yang dibagikan. Apa saja suvenir yang bertemakan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) ini?
Seperti biasa, buku merupakan cendera mata wajib bagi undangan upacara peringatan HUT ke-65 RI di Istana Merdeka. Tahun ini untuk suvenir adalah buku Agus Harymurti Yudhoyono, putra sulung Presiden SBY dan buku tentang batik bersampul Ibu Negara Ani Yudhoyono.