Ketahanan ekonomi Asia menghadapi krisis kini jauh lebih baik. Hal itu terlihat dari makin kuatnya neraca pembayaran, meningkatnya cadangan devisa dan berkurangnya utang.
Harga minyak terus melambung yang kini berada di level US$ 133 per barel. Harga minyak makin menggila setelah pemerintah AS melaporkan secara tak terduga terjadinya penurunan stok BBM-nya.
Fungsi intermediasi perbankan selama Maret 2008 meningkat. Hal itu terlihat dari pertumbuhan kredit pada Maret 2008 sebesar Rp 34,2 triliun menjadi Rp 1.080,1 triliun.
Harga minyak mentah dunia yang sempat adem hingga US$ 112 per barel, kembali memanas setelah adanya berita pasukan Turki telah menyerang pemberontak Kurdi di Irak.
Tak hanya Indonesia, ancaman krisis pangan juga mengintai negeri lainnya. Masih menurut versi FAO, kebutuhan pangan dunia pada 2007-2008 diperkirakan meningkat 2.103 juta ton.