Ironis memang di negeri yang mayoritas muslim, para kandidat capres tak ada yang secara terbuka menyatakan akan terus membangun, mengembangkan sistem ekonomi yang berbasiskan Islam. Lalu, di mana posisi sistem Ekonomi Islam?
Situasi negeri semakin memanas. Para capres semua menabrak pakem kesusilaan dan tata kesopanan. Bersama rakyat pendukung mereka menggalang destruksi itu. Dan, adakah ini pra goro-goro atau goro-goro itu?
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau kepada dua pasangan capres untuk tidak saling mengumbar kejelekan di bulan Ramadan. SBY meminta agar kedua capres menjaga sikap dan perkataan di bulan puasa.
Pengamat Politik dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Franz Magnis Suseno mengatakan saat ini Indonesia butuh sosok yang tidak otoriter untuk menjadi pemimpin.
MK masih belum memutuskan apakah Pilpres dilakukan hanya satu putaran atau memungkinkan untuk dua putaran. Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta penyelenggara Pemilu dan masyarakat untuk sabar menunggu.
Selain Rasulullah saw kita mengenal sosok Amirul Mu’minin Umar Bin Khattab sebagai pemimpin yang menjadi tauladan. Umar adalah sosok yang sederhana, suka blusukan, tegas sekaligus pemberani.
Pada pemilihan presiden dan wakil presiden purnawirawan Tentara Nasional Indonesia terpecah dalam dua kubu. Ada yang berpihak pada Prabowo Subianto, ada pula yang bergabung mendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Kubu Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yakin Hikmahanto Juwana bakal netral saat menjadi moderator di debat calon presiden putaran ketiga, Ahad (22/6/2014) nanti.
Calon wakil presiden Hatta Rajasa sowan ke kelompok muslim Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di provinsi Nusa Tenggara Barat. Hatta meminta doa restu dan dukungan.