Hampir dua tahun setelah Rusia berperang melawan Ukraina, amunisi Rusia seakan tak habis-habis. Salah satu jenis amunisi penting adalah amunisi artileri.
Rusia dilaporkan mulai memproduksi drone tempur jarak jauh, yang bernama Garpiya-A1, sejak tahun lalu dengan menggunakan mesin dan suku cadang buatan China.
Militer China mengerahkan sejumlah jet tempurnya untuk membuntuti sebuah pesawat militer Amerika Serikat (AS) yang mengudara di atas Selat Taiwan yang sensitif.