Prabowo mengungkap ada yang nyinyir terhadap kesepakatan hasil negosiasi Indonesia dengan Amerika. Menurutnya, pemerintahannya butuh kritik, bukan nyinyiran.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dampak kebijakan tarif AS yang mengguncang ekonomi global. Indonesia berhasil menegosiasi tarif dari 32% menjadi 19%.