Pengadilan Thailand menjatuhkan vonis penjara terhadap seorang pria Swedia keturunan Lebanon karena memiliki bahan pembuat bom. Ia ditangkap pada Januari 2012 di bandara Bangkok setelah ada peringatan dari AS dan Israel karena diduga sebagai "ancaman."
Bom napalm dilaporkan dijatuhkan dan meledak di sebuah sekolah di Suriah. Sedikitnya 10 siswa yang masih remaja tewas dalam insiden ini. Sejumlah siswa lainnya mengalami luka bakar serius.
Pemerintah Suriah setuju untuk mengizinkan penyidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan investigasi terhadap dugaan penggunaan senjata kimia di dekat Damaskus.
Amerika Serikat dan Inggris mengancam akan melakukan apa yang disebut dengan "respon serius" terhadap terjadinya ledakan bom yang diduga mengandung unsur kimia berbahaya di Suriah.