Kesenjangan sosial seperti tingkat pendidikan, ekonomi, hingga peluang kerja bisa jadi salah satu faktor pendorong maraknya aktivitas judi online di Indonesia.
"Kita sudah banyak memberikan advokasi mereka yang korban judi online. Misalnya kemudian kita masukan di dalam DTKS sebagai penerima bansos ya," kata Muhadjir.