Pembangunan transportasi mass rapid transit (MRT) DKI Jakarta senilai Rp 15 triliun didapat lewat utang dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Kenapa harus berutang?
Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyatakan beberapa proyek besar memang harus menggunakan dana pinjaman dari asing. Proyek-proyek yang mendapat dana talangan asing itu ialah proyek yang dikatagorikan mendesak dan harus segera dibangun, salah satunya proyek Mass Rapid Transit (MRT).
Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyatakan beberapa proyek besar memang harus menggunakan dana pinjaman dari asing, salah satunya proyek Mass Rapid Transit (MRT).
Gubernur DKI Jokowi puyeng dengan syarat pinjaman Jepang sebelum memutuskan proyek MRT. Utang ke Jepang pun banyak dipertanyakan warga dan pakar transportasi. Ternyata, inisiatif utang ke Jepang itu dari Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat sendiri. Wah!
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan akan bertemu dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat untuk meminta agar kuota bahan bakar bersubsidi ditambah 1,2 juta kiloliter dengan nilai Rp 5-6 triliun.
Pemerintah saat ini masih membahas soalnya menipisnya jatah atau kuota BBM subsidi. Pemerintah pusing akan mendapat tambahan dana dari mana untuk menambah kuota BBM subsidi.
Hatta Rajasa bercerita dahulu orang menyebut dirinya seorang Neoliberal alias Neolib. Bahkan saat ini, Ketua Umum PAN ini dijuluki seorang Neo Protectionism. Kenapa?