Sebagai partai motor koalisi Partai Demokrat (PD) dinilai sudah kehilangan taringnya. Hal ini terlihat dari kegagalan PD dalam meloloskan Yunus Husein menjadi komisioner KPK.
Partai Gerindra menilai tidak lolosnya Yunus Husein menjadi pimpinan KPK menjadi tamparan untuk Setgab Koalisi. Setgab telah gagal mengamankan Yunus yang dijagokan PD untuk menduduki kursi pimpinan KPK.
Komposisi pemimpin KPK kini punya wajah baru. Empat dari lima orang pimpinannya merupakan orang baru di komisi tersebut. Lalu siapakah yang pantas menjabat Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan?
Meski jadi yang termuda di antara pimpinan KPK yang lain, Abraham Samad diyakini mumpuni menjadi ketua lembaga antikorupsi itu. Hambatan psikologis karena membawahi orang yang lebih tua diyakini tidak akan terjadi.
Gagalnya Busyro Muqoddas menjadi KPK disebabkan banyak hal. Anggota Fraksi PDIP menyebut Busyro gagal karena kritiknya mengarah ke pembunuhan karakter parpol yang sama saja dengan anti-demokrasi.
Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnain dipilih DPR menjadi pimpinan KPK. Tugas besar pun menanti di pelupuk mata dalam jihad melawan korupsi. Berani?
Yunus Husein batal jadi pimpinan KPK karena hanya mengantongi 20 suara dalam pemilihan pimpinan KPK, Jumat (2/12) lalu. Golkar salah satu fraksi yang menolak Yunus pun membeberkan alasannya. Apa itu?
Terpilihnya pimpinan KPK yang baru akan menjadi titik tumpu pemberantasan korupsi. PD berharap Abraham Samad, bisa mengembalikan aset negara yang berada di luar negeri.
Siapa menduga bila Abraham Samad, figur yang belum dikenal secara luas justru dipilih DPR untuk menjadi Ketua KPK. Benarkah hal itu sebuah konsesus politik?