"Isu rasis hanya upaya tutupi dugaan mark-up. Kebijakan mendag tidak pro industri dalam negeri, dia membuka pintu perdagangan bebas tanpa proteksi. Saya kira sebaiknya Mendag mundur," kata anggota DPR, Lily Wahid.
Wakil Ketua Partai Golkar Agung Laksono menilai Bambang Soesatyo tidak bermaksud melontarkan kritikan berbau SARA kepada Mendag Mari Elka Pangestu. Agung menyatakan, Partai Golkar merupakan partai yang menghargai kemajemukan.
Mulutmu harimaumu. Mungkin kiasan tersebut pantas dialamatkan kepada sutradara asal Denmark, Lars von Trier. Saat sesi jumpa pers 'Melancholia' di Cannes Film Festival Rabu (18/5/2011) lalu, Lars mengaku kalau dirinya menganut paham Nazi.
Putri mantan Presiden Gus Dur, Yenni Wahid, angkat bicara mengenai kritik berbau SARA yang dilontarkan kader Partai Golkar Bambang Soesatyo pada Mendag Mari Elka Pangestu. Menurutnya, para tokoh masyarakat harus lebih mengedepankan keindonesiaan.
Kritik anggota DPR asal Golkar Bambang Soesatyo pada Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu dinilai rasis. Bambang Soesatyo sebaiknya minta maaf pada Mari.
Pejabat maupun public figure sering menjadi sorotan masyarakat. Tingkah laku dan tata bahasa mereka dinilai bait demi bait. Untuk itu, mereka harus lebih berhati-hati agar insiden Bambang Soesatyo yang dinilai mengeluarkan statemen rasis tidak terulang.
Menko Perekonomian, Hatta Rajasa enggan mengomentari kritik Bambang Soesatyo yang bernada rasis terhadap Mendag, Mari Elka Pangestu. Hatta meminta semua pihak fokus pada masalah kecelakaan pesawat MA 60 dan bukan berpolemik.
Sekjen Golkar Idrus Marham menanggapi ucapan rasis yang diajukan anggota DPR dari Golkar, Bambang Soesatyo. Idrus meyakini ucapan Bambang kepada Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu hanya main-main belaka.