Mengatur pola makan dan makanan penting agar tubuh tetap sehat saat berpuasa. Terutama bagi si kecil yang baru belajar menahan lapar dan haus. Saat Lebaran tibapun kita harus tetap mengontrol makan. Apa saja yang perlu diperhatikan?
Berbuka puasa dengan es teh memang sangat segar. Lebih nikmat jika ditambahkan gula. Rasanya yang manis dan dingin ini cocok didampingi dengan berbagai hidangan. Namun Anda perlu membatasi konsumsinya, karena minuman ini bisa menyebabkan batu ginjal.
Banyak sekali makanan dan minuman yang mengandung zat aditif dan berbahaya beredar di pasaran. Anda harus lebih cermat dalam memilih makanan dan menghindari makanan-makanan tersebut agar terhindar dari bahaya kesehatan.
Pemberian garam pada makanan selalu jadi masalah. Takut-takut kelebihan bisa berakibat buruk untuk kesehatan. Namun sebuah penelitian yang dilakukan di Eropa menemukan bahwa konsumsi garam sebenarnya tidak berbahaya.
Karena harganya murah meriah, es teh banyak disukai di mana-mana sebagai pelepas dahaga saat cuaca sedang panas-panasnya. Namun sebaiknya jangan berlebihan, sebab kandungan oksalat di dalamnya dapat memicu pembentukan batu ginjal.
Orang yang menjalani diet detoksifikasi atau pengeluaran racun dalam tubuh dengan memperbaiki pola makan akan merasa lebih berenergi setiap harinya. Selain itu diet detoks juga dapat bantu turunkan berat badan.
Saat makan di restoran, Anda tidak tahu berapa banyak kandungan garam dalam makanan tersebut. Agar tetap sehat, sebaiknya kurangi asupan garam dengan 9 cara berikut ini.
Saat berpuasa metabolisme tubuh akan menurun. Makanan bernutrisi wajib dikonsumsi setiap hari terutama saat sahur. Meskipun begitu, makanan yang mudah dimasak sering kali jadi pilihan menu saat sahur. Selain praktis bisa juga menghemat waktu.
Orang yang terlalu banyak makan makanan asin cenderung mengembangkan berbagai penyakit. Studi terbaru menemukan konsumsi garam yang tinggi menyebabkan orang mengembangkan batu ginjal dan osteoporosis.