BI perkirakan neraca pembayaran Indonesia pada 2004 akan mengalami defisit sebesar US$ 0,8 miliar sehingga cadangan devisa menjadi US$ 35,4 miliar atau setara dengan nilai 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri.
Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur pada 2005 turun 0,5-1 persen akibat melambungnya harga minyak dan meningkatnya ketidakpastian global.
Meski Cina berniat mengerem laju perekonomiannya, investor asing tetap berbondong-bondong ke Cina sehingga FDI Cina mencatat rekor tertinggi US$ 8 miliar.
Danareksa menerbitkan Reksadana Flexi yang merupakan. Untuk pendistribusiannya, perseroan menggandeng Standard Charterd dimana diharapkan dalam setahun mampu meraup Rp 1 triliun.