Cara berpikir tekstual berkuasa bukan hanya dalam ranah beragama. Sikap demikian ternyata juga menjadi kebiasaan kita dalam memahami peristiwa demi peristiwa.
Di abad ke-18, Phillis Wheatley jadi perempuan Afrika-Amerika pertama yang berhasil menerbitkan buku. 18 Oktober 1775 di Amerika, ia bebas dari status budak.