Pemimpin junta militer Myanmar menggelar pesta makan malam mewah pada Sabtu (27/3) waktu setempat, tepat saat 114 orang tewas dalam hari paling berdarah itu.
India mengeluarkan perintah yang menyatakan mereka mengambil "langkah kemanusiaan" dan "memberikan bantuan", termasuk merawat pengungsi terluka dari Myanmar.