Omongan petinggi Cyanogen yang pernah bilang akan menyingkirkan Google dari OS Cyanogen sepertinya benar-benar dibuktikan. Dalam sebuah wawancara, CEO Cyanogen Kirk McMaster mengatakan prosesnya sudah dimulai.
Google mengaku butuh bahasa visual yang baru untuk mengikuti perkembangan zaman, sehingga memutuskan untuk mengubah logonya. Hal ini sekaligus menegaskan tak ada paksaan dari Alphabet, sang induk usaha Google.
"Tanya saja ke mbah Google," begitu kata orang kalau ada yang ingin mencari hampir semua informasi atau jawaban dari pertanyaan tertentu. Kini, raksasa mesin cari online itu telah berubah wajah menjadi lebih modern.
Apa yang dilakukan para legenda dunia teknologi seperti Bill Gates dan Steve Jobs di masa mudanya? Rasanya menarik mengetahui apa yang mereka lakukan dan apa pengaruhnya bagi kesuksesannya.
Google kini berada di bawah payung perusahaan baru yang dinamakan Alphabet. Alphabet membawahi juga beberapa perusahaan lain yang bergerak di luar bisnis inti Google.
Ucapan selamat atas terpilihnya Sundar Pichai sebagai CEO Google mengalir deras di Twitter. Lewat akunnya, CEO Microsoft Satya Nadella, CEO Apple Tim Cook, Executive Chairman Eric Schmidt dan sejumlah petinggi perusahaan tinggi teknologi turut memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Picahi.
Para investor lantai bursa saham Wall Street tampaknya sangat menyukai Sundar Pichai. Pengumuman terpilihnya pria India ini menjadi CEO Google disambut baik pasar saham.
Google baru saja memiliki CEO baru, namanya Sundar Pichai, lelaki keturunan India. Penunjukan Sundar pun membuat bangga India yang tercermin dalam pemberitaan di media-media negara itu.
Di samping penunjukan Sundar Pichai sebagai CEO baru Google, raksasa teknologi ini juga melakukan restrukturisasi organisasi. Para pendiri Google menciptakan perusahaan baru bernama Alphabet Inc.