Pemimpin Korut, Kim Jong-Un menuding AS dan Korea Selatan menciptakan permusuhan. Tudingan itu dilontarkan Kim saat berdiri di antara rudal antarbenua.
Pemimpin Korut, Kim Jong-Un, menegaskan pengembangan persenjataan diperlukan untuk menghadapi kebijakan bermusuhan dari AS dan pengerahan militer di Korsel.
Para analis mengatakan kemampuan militer Korea Utara meningkat pesat. Pyongyang diyakini bisa menembakkan rudal, yang di atas kertas, bisa mencapai New York.
Militer AS untuk pertama kalinya mengakui rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-15 buatan Korut bisa mengenai target di manapun di daratan utama AS.
Menjelang tahun 2018, Korut menegaskan komitmennya untuk tetap mengembangkan nuklir. Korut menyatakan pihak manapun tidak akan bisa mengubah kebijakan itu.
Kim Jong-Un bersumpah akan menjadikan Korut sebagai 'kekuatan nuklir terkuat di dunia'. Hal ini disampaikan di tengah upaya AS menjalin dialog dengan Korut.
Sistem pertahanan rudal 'Patriot' buatan AS yang digunakan Arab Saudi, dicurigai gagal mencegat secara sempurna serangan rudal Houthi beberapa waktu lalu.
Utusan PBB melakukan kunjungan langka ke Korut. Kunjungan ini bertujuan meredakan ketegangan yang dipicu peluncuran rudal antarbenua jenis baru, Hwasong-15.