Tiap pasangan pasti ingin memiliki buah hati untuk melengkapi keluarga mereka. Namun ada kalanya pasangan dihadapkan pada kenyataan bahwa memiliki keturunan bukanlah perkara yang mudah, dan upaya ekstra harus dilakukan.
Pada beberapa orang, bayi tabung dilakukan antara lain agar bisa memilih jenis kelamin bayi. Secara teknis, hal itu memang bisa dilakukan. Namun apakah selalu sukses? Sedangkan dari sisi peraturan, adakah pengaturan soal pilih-pilih jenis kelamin bayi melalui mekanisme bayi tabung ini?
Bayi tabung menjadi harapan terakhir bagi pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah tapi tak bisa memiliki keturunan. Namun keberhasilannya tak bisa dipastikan 100 persen, karena banyak faktor risiko yang bisa menggagalkan proses bayi tabung.
Jika biasanya saudara kembar hanya memiliki perbedaan waktu dalam hitungan menit, kembar bersaudara ini justru memiliki rentang waktu beda lahir hingga delapan tahun lamanya. Lho, kok bisa?