Julukan atau sebutan untuk makanan tahun ini sudah banyak muncul. Seperti halnya Cuisinomane, ada juga beberapa julukan baru yang biasa ditujukan untuk makanan.
Sore-sore paling enak ngeteh cantik bersama teman. Di sela seruputan teh hangat yang wangi, tangan sibuk mencomot kue-kue mungil untuk dikudap sambil ngobrol santai. Nikmatnya!
Kalau ingin mengisi perut sambil melepas letih, ada meja dan bangku kayu panjang untuk bersantai. Mau pesan pizza, sandwich, risotto atau kopi dan minuman dingin, semuanya ada. Puluhan jenis wine dan keju berkualitas juga ada.
Mentari sore yang hangat mengiringi hirupan secangkir Jasmine Tea. Puluhan kue-kue mungil, gurih dan legit tak henti disajikan. Mulai dari scone, dumpling hingga kue bika dan lapis. Semua bisa dicicipi sepuasnya!
Suasana sebuah dermaga di Auckland, Selandia Baru, malam itu sepi. Namun, sebuah bar dan restoran di sana tampak hidup. Lampu-lampu ungu dan merah menampakkan siluet orang-orang bersantap, sebagian sibuk berlalu lalang. Pada kanopinya yang putih tertulis: Euro.
Siapa yang tak tergoda dengan makanan enak ini? Ada hotdog, sushi, spaghetti, burger, sampai English breakfast. Ternyata saat dipotong, rasanya manis dan empuk. Karena semuanya terbuat dari adonan cake yang dibuat persis makanan aslinya.
Menggigit tekstur cake yang padat dan merasakan manisnya buah-buahan kering mengingatkan kita akan suasana Natal. Apalagi jika kue tersebut diberi tambahan rempah dan siraman brandy. Inilah fruitcake, kue mewah yang biasa dihidangkan saat perayaan Natal. Kalau tak sempat bikin, Anda bisa mendatangi tempat-tempat ini.
Saat mendengar nama hidangan ini, mungkin sebagian orang akan tertawa. Pasalnya, 'spotted' berarti berbintik-bintik, sementara 'dick' merupakan bahasa sehari-hari untuk kemaluan pria. Padahal, yang dimaksud adalah puding tradisional khas Inggris.
Pecinta teh boleh saja dimanjakan oleh High Tea yang menjamur di Inggris. Namun, Kota Sydney di Australia juga punya suguhan High Coffee bagi para pecinta kopi. Slurp!