Gaikindo menjelaskan penutupan dealer mobil Jepang di Indonesia sebagai fenomena biasa. Mereka tetap buka dealer di luar Pulau Jawa untuk memenuhi permintaan.
Penghasilan rendah dan pajak mobil tinggi di Indonesia membuat daya beli konsumen melemah. Pajak mobil di RI lebih tinggi dibandingkan Malaysia dan Thailand.