Artikel ini membahas sejarah dan alasan penempatan gerbong KRL khusus wanita di ujung rangkaian, serta tanggapan pemerintah setelah kecelakaan di Bekasi.
Menteri PPPA Arifah Fauzi usulkan pemindahan gerbong perempuan KRL ke tengah untuk keselamatan. Usulan ini muncul setelah tragedi di Stasiun Bekasi Timur.
Kecelakaan kereta di Bekasi Timur menewaskan 15 orang. Usulan penataan gerbong wanita dan evaluasi keselamatan transportasi muncul sebagai respons pemerintah.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan gerbong wanita berada di tengah rangkaian. Hal ini menyikapi kecelakaan maut KAJJ Argo Bromo dengan KRL di Bekasi Timur.