Desakan agar Partai Demokrat (PD) menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) menyeruak seiring dengan rendahnya hasil survei elektabilitas partai. Majelis Tinggi PD bisa mengusulkan digelarnya KLB.
Permintaan para anggota dewan pembina Partai Demokrat agar Susilo Bambang Yudhoyono menyelamatkan partai disinyalir untuk melengserkan Anas Urbaningrum dari kursi ketua umum. Anas diminta legowo mundur dari jabatannya.
Desakan agar Anas Urbaningrum mundur dari posisi Ketum PD mulai terdengar dari jajaran elite PD. Namun sejauh ini belum ada DPD yang secara resmi mengajukan desakan serupa atau meminta diadakannya KLB.
"Pintu untuk masuk ke sana belum melihat saya. Masa akibat survei lalu KLB?" kata Ketua DPP PD, Gede Pasek Suardika, menanggapi wacana menggelar KLB untuk selamatkan PD dari keterpurukan.
Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum diminta legowo mundur setelah elektabilitas partai itu semakin terpuruk. Menurut survei teranyar, elektabilitas Demokrat tinggal 8 persen.
Desakan agar Anas Urbaningrum mundur dari posisinya sebagai Ketum PD mulai bermunculan. Desakan itu diiringi kabar Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) akan menjadi Plt Ketua Umum PD.
Selain elit partai, desakan agar Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan menyikapi merosotnya elektabilitas partai juga muncul dari daerah. Salah satunya DPD Partai Demokrat Sulsel.
Turunnya elektabilitas benar-benar memanaskan internal Partai Demokrat (PD). Makin banyak elite PD yang terus terang mendesak Anas Urbaningrum mundur dari jabatan Ketua Umum PD.
Partai Demokrat (PD) gerah. Setelah para petingginya menyerukan penyelamatan partai, kubu Ketua umum PB, Anas Urbaningrum, melawan. Kubu Anas yang menguasai DPP dan DPD-DPD penolak pelengseran Anas.