Filter
Urut berdasarkan
Tipe artikel
detikInet
Trend Micro: 80 Persen E-mail Adalah Spam
Trend Micro, perusahaan antivirus, meramalkan jumlah Spam pada akhir 2006 akan mencapai 80 persen dari total e-mail yang beredar di dunia. Salah satu penyebabnya adalah maraknya hotspot. Lho kok?
Jumat, 16 Des 2005 15:23 WIB
detikFinance
Defisit Terus Membengkak, AS Salahkan Eropa dan Jepang
Defisit perdagangan AS pada Oktober mencatat rekor terbesar sepanjang sejarah sebesar US$ 68,9 M. AS pun menuding Jepang dan Eropa sebagai penyebabnya. Lho?
Kamis, 15 Des 2005 10:45 WIB
detikFinance
Hitachi Ikut Proyek Infrastruktur di Indonesia 2006
Hitachi, perusahaan asal Jepang, berminat ikut proyek infrastruktur di Indonesia pada 2006. Proyek yang diliriknya adalah power plant.
Selasa, 13 Des 2005 18:13 WIB
detikFinance
PTPN III Bangun 2 Pabrik CPO Tahun Depan
Untuk meningkatkan kapasitas produksi CPO, PTPN III yang berbasis di Sumut berencana membangun dua pabrik CPO lagi pada pertengahan 2006.
Senin, 12 Des 2005 16:37 WIB
detikNews
KSAD : TNI AD Tidak Terpengaruh Pencabutan Embargo Senjata
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) tidak terlalu terpengaruh oleh pencabutan embargo senjata yang dilakukan oleh AS.
Jumat, 09 Des 2005 15:59 WIB
detikFinance
Jamsostek Janji Kucurkan Kredit ke Tekstil Awal 2006
Jamsostek berharap bisa segera mengucurkan kredit ke industri tekstil pada awal 2006. Bunga pinjaman dipastikan tak tinggi karena jangka waktunya lama.
Jumat, 09 Des 2005 14:30 WIB
detikFinance
Paling Sedikit Ekspor Nonmigas Tahun Depan Tumbuh 6-8%
Masih banyaknya kendala dari dalam negeri dan adanya peluang meraih pasar AS dan Eropa setelah Cina mendapat tekanan, minimal ekspor nonmigas 2006 bisa tumbuh 6-8%.
Rabu, 07 Des 2005 15:34 WIB
detikFinance
Jamsostek Akan Suntik Dana untuk Bangkitkan Industri Tekstil
PT Jamsostek, bersedia menyuntikkan dana ke industri tekstil untuk menghidupkan sektor yang banyak menyerap tenaga kerja ini.
Senin, 05 Des 2005 18:04 WIB
detikFinance
G-7 Kembali Desak Cina Gunakan Kurs Mengambang
G-7 mendesak Cina mengadopsi nilai tukar mengambang. G-7 melihat sebagai hal yang penting dilakukan Cina untuk menghadapi masalah harga minyak, proteksi dan inflasi.
Minggu, 04 Des 2005 10:38 WIB







































