Serangan siber global diyakini menggunakan perangkat peretasan yang dikembangkan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA), yang dicuri kelompok peretas.
Muhammad Adami Okta, menceritakan tentang permintaan fee 15 persen terkait kasus suap proyek satellite monitoring (satmon) di Badan Keamanan Laut (Bakamla).