Salah seorang pelaku peledakan bom Boston bernama Tamerlan Tsarnaev ternyata adalah seorang petinju. Muncul spekulasi bahwa tindakan terornya ini dipengaruhi cedera otak akibat bertinju.
Ayah tersangka bom Boston, Tamerlan dan Dzhokhar Tsarnaev akan terbang ke Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan otoritas AS dalam penyelidikan kasus bom Boston.
Kakak beradik tersangka bom Boston diyakini berniat untuk pergi ke New York, AS usai serangan bom Boston pada 15 April lalu. Keduanya akan pergi ke kota Manhattan untuk berpesta.
Jasad tersangka bom Boston, Tamerlan Tsarnaev hingga kini masih berada di rumah duka negara bagian Massachusetts, AS. Belum ada pihak keluarga yang datang untuk mengambil jenazah pria muda itu.
Darimana tersangka bom Boston mendapatkan uang untuk mendanai plot pengeboman? Para penyidik FBI yakin bahwa mereka mendapatkan uang lewat penjualan ganja.
Sejumlah perwakilan dari Kedubes AS di Moskow, mengunjungi Dagestan terkait penyelidikan kasus bom Boston. Mereka bertemu langsung dengan orang tua kedua tersangka dan mewawancarainya.
Tersangka bom Boston sempat membajak mobil Mercy SUV milik seorang pria saat dalam pelarian. Namun karena pria tersebut dianggap bukan warga AS, Dzhokhar dan Tamerlan Tsarnaev tak membunuhnya.
Sebelum baku tembak dengan aparat polisi, Tamerlan dan Dzhokhar Tsarnaev sempat membajak mobil seorang pria di Boston, AS. Pemilik kendaraan itu pun angkat bicara mengenai insiden yang membuat dirinya sangat ketakutan.