Sejumlah perwakilan dari Kedubes AS di Moskow, mengunjungi Dagestan terkait penyelidikan kasus bom Boston. Mereka bertemu langsung dengan orang tua kedua tersangka dan mewawancarainya.
Tersangka bom Boston sempat membajak mobil Mercy SUV milik seorang pria saat dalam pelarian. Namun karena pria tersebut dianggap bukan warga AS, Dzhokhar dan Tamerlan Tsarnaev tak membunuhnya.
Sebelum baku tembak dengan aparat polisi, Tamerlan dan Dzhokhar Tsarnaev sempat membajak mobil seorang pria di Boston, AS. Pemilik kendaraan itu pun angkat bicara mengenai insiden yang membuat dirinya sangat ketakutan.
Pemilik perahu yang disusupi Dzhokhar Tsarnaev akhirnya buka suara. Dia bercerita tentang momen dramatis saat memergoki teroris paling dicari di seantero Amerika Serikat bersembunyi di perahu kesayangannya.
Dua saudara perempuan tersangka bom Boston akhirnya berkomentar ke publik. Kedua wanita yang juga tinggal di AS ini menyampaikan duka cita mereka bagi korban bom Boston.
Tersangka bom Boston, Tamerlan Tsarnaev pernah mengunjungi toko kembang api sekitar dua bulan sebelum ledakan terjadi. Saat itu, Tamerlan membeli dua kembang api berbentuk mirip mortir.
Tersangka bom Boston, Dzhokhar Tsarnaev mengaku bahwa dirinya dan kakaknya, Tamerlan termotivasi oleh perang di Irak dan Afghanistan. Dengan melancarkan serangan bom Boston, mereka bermaksud membela Islam.
Katherine Russell, janda tersangka bom Boston, Tamerlan Tsarnaev, berjanji kooperatif dengan polisi terkait penyelidikan kasus yang melibatkan mendiang suaminya.