Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan, naik-turunnya klaim kemenangan Prabowo itu akibat proses progresivitas pengumpulan data.
Tim hukum Prabowo-Sandi mengklaim menang di Pilpres raihan 71.247.792 suara namun ada indikasi rekayasa (engineering) perolehan suara serta DPT lewat sistem IT.
Tim hukum Prabowo menyingung soal peresmian jalan tol terpanjang Indonesia saat memaparkan kecurangan pada Pilpres terkait program pemerintahan Jokowi.
Sandiaga Uno menjawab soal klaim kemenangan yang berubah-ubah. Menurutnya, data yang disampaikan ke Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki basis dan landasan.