Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan APBN surplus Rp 4,3 triliun per April 2025, setelah tiga bulan defisit. Pendapatan negara meningkat signifikan.
Pemerintah merencanakan efisiensi anggaran untuk mengatasi lonjakan harga BBM akibat konflik di Timur Tengah, tanpa memangkas program prioritas seperti MBG.