Proses percepatan penuntasan perundingan garis batas RI-Malaysia, dimulai Senin esok. Diduga Malaysia akan mendorong penyelesaian melalui Mahkamah Internasional yang melemahkan posisi Indonesia.
Ketua Umum Hanura, Wiranto, mengomentari pidato Presiden SBY soal hubungan Indonesia-Malaysia. Wiranto menilai tidak layak kedaulatan diukur dari sisi untung rugi ekonomi.
Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo menilai pidato SBY di Mabes TNI jauh dari memuaskan. SBY salah sasaran dan dinilai tidak menghiraukan keresahan masyarakat karena arogansi Malaysia di perbatasan.
Dalam pidatonya, Presiden SBY membawa latar belakang sejarah hubungan antara Indonesia-Malaysia. Hubungan persahabatan bak kakak-adik, atau negara serumpun itu dinilai basi. Malaysia butuh shock therapy setelah berkali-kali 'ngelunjak'.
Pidato yang Presiden SBY sampaikan mengenai krisis hubungan Indonesia-Malaysia sudah sangat tegas dan jelas. Bahwa yang Indonesia inginkan dari Malaysia adalah kesungguhan penyelesaian masalah secara damai namun produktif, cepat dan tuntas.
Pidato Presiden SBY soal Malaysia di Mabes TNI membuat perubahan besar di DPR. Setelah FPG, FPDIP DPR yang pertama kali menyuarakan penggunaan hak interpelasi menarik kembali ucapannya.
PDIP kecewa karena Presiden SBY tidak menunjukkan diplomasi yang keras menghadapi Malaysia. SBY seharusnya menunjukkan kepada TNI, siapa kawan dan siapa lawan.
Pidato Presiden SBY soal Malaysia ditanggapi beragam oleh banyak pihak. Ada yang memuji ada pula yang menghujat. Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra menilai pidato SBY menunjukkan kalau SBY seorang penakut.
Mengenalkan wajah moderat muslim Indonesia, tim muhibah seni ISI Yogyakarta tampil memukau di Kairo, Alexandria dan Damanhur. Muhibah dalam bingkai Ramadhan Lifestyle in Indonesia dipimpin rektor Soedjono.